Minggu, 30 Juni 2019

Ngobrol dengan Whitman

Akhir Juni tanggal tigapuluh,
Waktu Indonesia bagian utuh,
Walt Whitman asik gitaran,
pakai jubah di pinggir jalan,
senyum2 seperti Tuhan
Lampu-lampu sudah padam
Supermarket  sudah sepi,
Jalan raya sudah ngantuk,
Warung kopi butuh tidur.
“Kau punya hasrat kebendaan,
dia punya hasrat seninya.”
tanggapannya atas ceritaku
 “O’ captain, my captain...
...kalo hasrat spiritualitas?”
Abah Whitman senyum lagi,
dia senyum terus malam ini
“Mau diisi, mau kosong,
mau setengah; bebas.
Aku suka semua.”
Kebanyakan cinta
dalam dirinya
Tidak lama pergi,
besoknya jadi legenda.
Semudah itu,
menjadi Whitman.

Tidak ada komentar: